Website sedang dalam masa maintenance, anda tidak dapat login

Ribuan bahkan jutaan anak-anak Indonesia tidak sempat mengenyam pendidikan agama (ngaji). Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa ini.

Ribuan bahkan ratusan ribu guru ngaji kesejahteraannya memprihatinkan. Padahal mereka adalah pahlawan penjaga moral penerus bangsa ini. Sebagian besar masyarakat lebih rela membayar ratusan ribu hingga jutaan untuk pendidikan anaknya, tetapi tidak untuk mengaji. Uang untuk biaya mengaji hanya seikhlasnya. 

Akibatnya ratusan ribu guru ngaji, yang notabene pahlawan penjaga moral generasi bangsa ini, kesejahteraannya memprihatinkan. Tidak heran kalau banyak guru ngaji yang pada lima tahun terakhir ini beralih profesi. Paling tidak, para guru ngaji sudah banyak yang menjadikan mengajar quran hanya sebagai sambilan. Kondisi ini tentu memprihatinkan. Umat Islam yang saat ini masih mayoritas (meski dari tahun ke tahun mengalami penurunan prosentase jumlahnya), tetapi mereka kurang mengenal pedoman hidupnya, Al-Quran.  

Berkaitan dengan kondisi itu kami ingin melakukan sesuatu dan mengajak anda semua untuk bersama kami melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk Indonesia yang lebih baik melalui Komunitas Peduli Mengaji (ngaji.org) yang dirintis sejak awal Juni 2015.

Ngaji.org dedikasikan untuk memberantas buta aksara Al Quran. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, masih ada ratusan ribu bahkan (mungkin) jutaan anak-anak dan umat Islam yang masih belum bisa membaca Al-Quran apalagi memahami (melek) Al-Quran.

Keprihatinan dan usaha sosial ini tidak akan berarti apabila tidak melibatkan orang yang lebih banyak lagi. Karena itu, dengan kerendahan hati, Ngaji.org mengajak kepada semua pihak, sesuai kemampuannya untuk turut ambil bagian peran dalam amal sosial yang mulia ini melalui Ngaji.org, Komunitas Peduli Mengaji.